Monday, October 3, 2011

Sunnah-Sunnah Yang Berkaitan Dengan Kelahiran Bayi

Assalamualaikum wbt


Perihal mengenai amalam-amalan berkaitan dengan kelahiran bayi sekarang banyak dipengaruhi oleh unsur-unsur yang boleh membawa kepada syirik seperti memakai gelang untuk menghalang makhluk halus dan juga sebagainya. Kadang-kadang perkara-perkara seperti ini dibawa ringan oleh masyarakat kita yang terpengaruh dengan amalan-amalan ataupun adat-adat pada zaman dahulu.

(Gambar Hiasan)

Dengan ini, di bawah ini ada beberapa amalam-amalan sunnah menurut riwayat-riwayat yang shahih yang boleh dilakukan ketika kelahiran bayi.Semoga sama -sama dapat kita mengambil manfaat daripada perkara-perkara yang benar.

Sebelum dimandikan disunahkan mengazani ditelinga kanan dan diIqomati ditelinga kiri.

Disandarkan pada beberapa hadis antara lain;• Dari Abi Rofi’ radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah mengazankan Sayyidina Husain di telinganya pada saat Sayyidina Husain baru dilahirkan oleh Sayyidatuna Fatimah dengan bacaan adzan untuk solat .” (HR. Ahmad, Abu dawud, Tarmidzi, dishahihkannya).• Dari Abi Rofi’ berkata dia, “Aku pernah melihat Nabi melakukan adzan pada telinga Al Hasan dan Al Husain radhiyallahu ‘anhuma.” (HR. Thabrani)....

“Barangsiapa yang kelahiran seorang anak, lalu anaknya diazankan pada telinganya yang sebelah kanan serta di iqomatkan pada telinga yang kiri, niscaya tidaklah anak tersebut diganggu oleh Ummu Shibyan (HR. Ibnu Sunni, Imam Haitsami menuliskan riwayat ini pada Majmu’ Az Zawaid, jilid 4,halaman 59). Menurut pensyarah hadis, Ummu Shibyan adalah jin wanita yang selalu mengganggu dan mengikuti anak-anak bayi.

Dibacakan ayat Innii U`idzuuhaa bika wa dzurriyataha minasyaithonirrojiim (Ali Imron 36) + surat Al Ikhlas +surat al Qodr pada telinga sebelahkanan. Berharap pada Allah agar selama hidup si anak tidak melakukan zina


Di aqiqahi pada hari ke7 dr kelahiran,jika bayinya leaki maka menyembelih dua ekor kambing.jika perempuan maka menyembelih 1 ekor kambing.syarat kambing yg digunakan untuk aqiqah sama dengan syarat kambing yang disembelih untuk korban jika tidak mampu aqiqah dengan menyembelih kambing ( Fakir) alangkah baiknya mengikuti pendapat Ibnu Abbas yang memperbolehkan Aqiqah dengan menyembelih hewan yang halal,misal ayam,itik atau lainnya.


(Bughyatul Murtasyiddiin hal 257)




 Imam Ahmad Bin Hambal Berkata:bayi yang tidak diAqiqahi sedang orang tuanya mampu maka kelak diakhirat tidak diberi Izin oleh Allah untuk memberikan Syafaat pada kedua orang tuanya. 


( I`anatuttolibin Juz II hal 335)


 Jika hari ke 7 blm mampu maka hari ke 14 jk blm mampu mka hari ke 21 jk blm mampu jua tetap mendapatkan kesunahan sampai baligh.dan bila sudah baliqh maka kesunahan pada orang tua sudah gugur,tp bagi sianak yg bersangkutan maka diperkenankan untuk memilih Melaksanakan aqiqah ataupun tidak.tp lebih baik melaksanakan aqiqoh untuk dirinya sendiri.
(keterangan Tausekh hal 272)



1.kesunahan menyembelih aqiqah ketika matahari terbit /pagi hari.
2.andai bayi meninggal sebelum usia 7 hari orang tua tetap mendapatkan kesunahan melaksanakan aqiqoh.
(keterangan Tausekh hal 272)



 Kesunahan berikutnya adalah :mencukur seluruh rambut bayi pada hari ke 7 setelah diAqiqahi,kemudian sedekah emas atau perak seberat rambut yang dicukur.
(Bujairimi Juz I halaman 352 dan I`anatuttolibin Juz II Halaman 339-340)

>>Diberi nama yang baik.Nabi bersabda:Sesungguhnya kelak Dihari Qiyamat kalian semua akan dipanggil dengan nama nama kalian semua serta nama nama Bapa kalian.maka Buatlah Nama yang baik.(HR.Abu Daud)

Adapun Nama yang paling baik adalah Abdullah lalu Abdurrahman selanjutnya kata "Abdu"yang dirangkai dengn salah satu Asma Allah,seperti Abduljalal,Abdul Mu`id dll.selanjutnya nama yang diawali Dengan Muhammad selanjutnya Ahmad.





Sebahagian ulama berpendapat boleh mengaqiqahi bayi lelaki dengan satu kambing yang dinukil dari perkataan Abdullah bin 'Umar, 'Urwah bin Zubair, Imam Malik dan lain-lain mereka semua berdalil dengan hadis Ibnu Abbas diatas.




 Tetapi al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam kitabnya Fathul Bari (9/592): ..meskipun hadis riwayat Ibnu Abbas itu tsabit (shahih), tidaklah menafikan hadist mutawatir yang menentukan dua kambing untuk bayi lelaki. Maksud hadis itu hanyalah untuk menunjukkan bolehnya mengaqiqahi bayi lelaki dengan satu kambing.

Sunnah ini hanya berlaku untuk orang yang tidak mampu melaksanakan aqiqah dengan dua kambing. Jika dia mampu maka sunnah yang shahih adalah lelaki dengan dua kambing.
pandangan ni dalam kitab Ahkamul Aqiqah karya Abu Muhammad 'Ishom bin Mar'i














Dengan beberapa Dalil yang telah dikemukakan diharap kita dapat melaksanakan jika mendapat peluang ke arah itu.InsyaAllah.Semoga kita sama-sama berada dalam syariat yang betul dan mendapat redhanya.

0 comments:

Post a Comment

 
Template by STR from Minima retouched by Nyahoo | ics - id | ADxMenu |